Ngutak Atik Startup Windows

Waktu Windows selesai booting & masuk ke desktop, Windows ngeload aplikasi-aplikasi yang diprogram untuk otomatis diload waktu startup. Waktu Windows selesai ngeload semua aplikasinya, Windows bisa dipakai. Tapi kalau aplikasi yang diload kebanyakan, Windows bisa jadi lambat. Kadang-kadang juga aplikasi yang diload waktu startup itu bukan aplikasi yang mau kita pakai, jadi kadang-kadang startup lumayan nyebelin. Untuk itu, aplikasi yang diload waktu startup perlu dikurangin.

Cara untuk ngurangi aplikasi yang diload waktu startup lumayan gampang. Dari menu start, cari 'Run', lalu klik. Di box yang muncul ketik 'msconfig'. Di window yang muncul, pilih tab 'Startup', lalu disable aplikasi-aplikasi yang nggak begitu penting untuk diload waktu startup Windows, misalnya Yahoo! Messenger & Windows Live Messenger. Untuk aplikasi semacem antivirus, misalnya AVG & Avira, lebih bagus tetap diload waktu startup.

Kalau sudah selesai, klik OK & restart komputer. Sekarang Windows nggak ngeload aplikasi-aplikasi yang di-disable tadi.

Google Earth di Ubuntu

Begini cara install Google Earth di Ubuntu. Pertama, download dulu Google Earth untuk Linux di sini. Tunggu proses downloadnya selesai. Kalau sudah selesai, sekarang buka folder tempat file yang didownload tadi disimpan. Icon file tadi jangan di-double click, tapi klik kanan iconnya & pilih 'Open with Other Application'. Lalu pilih 'Use a custom command' & ketik 'sh' di box yang ada di bawah tulisan 'Use a custom command'.

Kalau instalasi sudah selesai, seharusnya shortcut untuk Google Earth ada di desktop. Kalau mau ditaruh di panel, drag aplikasi Google Earth yang ada di /home/user ke panel. Google Earth ada di Applications -> Internet.

Untuk Linux Mint, Google Earth ada di Software Manager & siap untuk didownload & diinstall.

Screenshot Google Earth yang dijalankan di Linux Ubuntu 9.10 Karmic Koala:

Main Game SNES Pakai ZSNES

Tau SNES? Itu loh, Super Nintendo Entertainment System, konsol game yang lumayan ngetop sekitar awal tahun 90an. Di samping ini ada gambar konsolnya. Konsolnya sih modelnya kebanyakan begini, cuma yang keluaran Amerika bentuknya beda. Game-game SNES sekarang masih bisa dimainin pakai emulator di komputer. Emulator yang gw pake buat main game SNES di komputer namanya ZSNES. ZSNES bisa dipakai di Windows, DOS, & Linux. Untuk downloadnya, bisa didownload dari sini.

Gw sendiri install ZSNESnya di Linux Mint. Kalau di Linux Mint, ZSNES bisa diinstall dari Software Manager. Tinggal pilih ZSNES, lalu tunggu selesai download, lalu download gamenya. Untuk Ubuntu belum gw coba & belum ngecek Software Center juga buat liat apa ada ZSNES di sana atau nggak. Tapi kalau nggak ada, harusnya bisa diinstall pakai perintah ini di terminal:

sudo apt-get install zsnes


Instalasi lewat terminalnya belum gw coba, tapi gw rasa harusnya bisa pakai perintah itu. Kalau nggak coba download versi Linuxnya dari link yang gw kasih tadi atau cek Software Center.

Game yang diputar di ZSNES lumayan lancar. Tapi di komputer gw suaranya agak kacau. Game Parodius yang gw mainin di ZSNES bunyinya agak patah-patah, Final Fantasy IV & Final Fantasy V juga. Tapi selain bunyinya nggak ada masalah lain.

Untuk kontrolnya:
  • D-Pad -> tombol panah
  • Start tombol enter
  • A -> tombol X
  • B -> tombol Z
  • X & Y -> tombol A & S, tapi gw lupa pastinya mana yang X & mana yang Y
Tampilan ZSNES sama dengan tampilan screen shot di samping ini. Untuk mulai main, klik Load yang ada di menu pull down game. Lalu pilih file game yang mau dimainin. Untuk game multiplayer, gw belum nemuin tombol-tombol buat Player 2.

Untuk game-gamenya, bisa dicari lewat Google & didownload. Di beberapa website, gamenya cuma bisa didownload member. Jadi perlu register dulu.

Cara Install Operating System

Oke, kalo buat orang yang udah ngerti caranya sih ini gampang banget. Tapi kebanyakan orang belum pernah install OS sendiri & lumayan banyak yang nggak tau caranya. Jadi, begini caranya.

Install OS agak beda dengan install aplikasi biasa. Untuk nginstall OS, kita perlu booting dari CD atau DVD instalasi OSnya. CD atau DVDnya bisa dibeli atau diburn sendiri (biasanya website distro Linux punya link download untuk download CD image untuk diburn). Untuk yang dibeli, bisa lanjut ke paragraf berikutnya. Kalau CD atau DVDnya hasil download CD/DVD image & diburn sendiri, pastiin kalau diburn jadi bootable CD/DVD supaya komputernya bisa booting dari CD/DVD itu nanti.

Untuk booting dari CD/DVD, waktu komputer baru dinyalakan, masuk ke BIOS. Cara masuk BIOS beda-beda tergantung jenis & tipe komputernya, tapi biasanya tombol yang perlu ditekan ditampilin di layar. Misalnya kalau ada tulisan 'Press F2 to enter the blablabla', tekan F2. Kalau berhasil masuk ke BIOS, tampilan layar komputer jadi seperti gambar di samping. Menunya belum tentu persis sama dengan yang di gambar itu, tapi isi & fungsinya kira-kira sama. Sama seperti cara untuk masuk ke BIOS tadi, tampilan BIOS nggak selalu sama.

Nah, sekarang sudah masuk ke BIOS. Tapi kenapa kita perlu masuk ke BIOS? Oke, kita perlu ngatur supaya komputernya booting dari CD/DVD. Jadi kita harus cari bagian di BIOS yang isinya urutan hardware yang jadi prioritas waktu booting. Di situ, jadiin CD/DVD-ROM drive prioritas nomor 1. Lalu masukkan CD/DVD OS yang mau diinstall & keluar dari BIOS. Pilih Exit & Save Changes.

Kalau semua yang di paragraf sebelumnya dikerjainnya bener, seharusnya komputer mulai booting dari CD/DVD sekarang. Ikuti langkah-langkah sesuai dengan CD/DVD yang dipakai. Untuk instalasi OS, kita perlu bikin partisi dalam komputer. Kalau komputer yang mau diisi OS masih kosong (belum ada OSnya), bikin partisi sesuai dengan yang diperlukan. Untuk Windows, biasanya ukuran partisinya sekitar setengah dari memory total hard disk komputer. Partisi untuk Ubuntu & Linux Mint perlu minimal sekitar 3-5 GB, tapi untuk amannya bikin ukuran partisinya antara 10-20 GB.

Kalau komputer yang diinstall OS sudah ada OSnya & mau dibuat dual boot, pastiin partisi yang dibuat nggak mengganggu partisi dari OS yang sudah ada. Ada bagusnya buat back up file-file penting untuk jaga-jaga.

OSnya sudah diinstall, sekarang coba cek isi komputernya. Untuk Windows, coba cek My Computer. Di situ harusnya cuma ada 1 drive (drive C). Nah, drive C itu partisi yang tadi kita buat. Kapasitas maksimum dari drive C disesuaiin dengan jumlah memory hard disk yang dipakai untuk partisi. Sekarang buka Control Panel & cari Disk Management-nya. Di situ digambar pemakaian memory hard disk untuk partisi & bagian yang nggak terpakai untuk partisi. Nah, arahkan pointer ke bagian yang unallocated itu, klik kanan, & pilih New Volume. Ketik nama untuk drive yang baru itu & ganti nama drivenya jadi drive D (nggak diganti juga nggak apa-apa sih).

Nah, sekarang tinggal install driver hardware yang mau disambung ke komputer & install aplikasi-aplikasi yang diperluin. Komputer siap dipakai.

DotA di Windows 7

Gw agak bermasalah dengan game DotA di Windows 7. Masalahnya sih bukan di gameplay-nya, tapi di tampilan screen-nya. Di laptop yang widescreen, Warcraft III makai tampilan untuk monitor persegi. Jadi ada space kosong di sebelah kiri & kanan monitor.

Untuk ngatasi itu, kita bisa download Apply Wc3 WideScreen.exe dari sini. Kalau proses download sudah selesai, jalanin programnya & tunggu sebentar. Seharusnya nggak ada masalah lagi dengan tampilan Warcraft III di Windows 7.